30 Apr

Inti Penyebab Kegagalan Usaha / Bisnis

Fail-Gagal-Penyebab-Kegagalan

Banyak sekali teman teman entrepreneur pemula memulai bisnis mengalami kegagalan dalam bisnis. Gagal baru 1 kali? Jangan bangga.. ada yang gagal 5 – 10 kali gagal bahkan ribuan. Tapi terus terang saya ngeri juga kalau harus gagal segitu banyak. Yah, saya gagal tidak banyak banyak lah… kurang dari 10 kali hehehe…

Ok, bicara mengenai kegagalan, saya coba telusuri sebenarnya akar permasalahannya ada dimana? Apakah dimulai dari tahap ide? Atau tahap implementasinya ? Berdasarkan pengalaman saya, ternyata ada 2 hal terpenting yang menjadi dasar kegagalan di 2 tahap mulai dari ide hingga implementasi.

Pada tahap kita membangun ide, pernah kan teman teman semua berhayal? Membayangkan idenya? Kemudian membayangkan ide tersebut menjadi sebuah kenyataan? Intinya kita akhirnya membuat planning atau perencanaan bisnis. Nah pada saat kita membuat rencana tersebut, jangan dan sekali kali jangan kita membuat rencana bisnis di belakang meja, berhayal sendiri, menyetujui sendiri, dan berasumsi sendiri!

Asumsi itu bahaya loh! Asumsi itu benar benar membunuh bisnis kita sebelum kita memulai. Asumsi yang salah membawa bisnis kita menuju kegagalan! Contoh asumsi seperti : “Nah kita dagang kaos aja ni, pasti laku, pasti banyak anak muda disini, pasti harga segini tdk kemalahan!” pasti pasti dan pasti… semakin banyak pasti, semakin secara tidak sadar kita menaruh resiko yang semakin besar di bisnis kita. So… jangan berasumsi! Tanya ke customer tentang ide kita, tanya langsung dengan wawancara, lihat ekspresinya dan lain lain.. sampai anda yakin asumsi anda bisa dibuktikan benar!

Pada tahap implementasi, banyak kesalahan yang dapat dilakukan oleh pengusaha pemula. Tapi yang harus anda tidak boleh menyepelekan adalah “Keuangan”!, dengan kata lain laporan laba rugi, cash flow dan neraca. Banyak sekali teman saya yang melalaikan hal itu… ya tinggal tunggu hancurnya saja. Saya juga pernah beberapa kali melalaikan keuangan, ya akhirnya perusahaan berjalan tanpa tau arah. Tanpa laporan keuangan itu ibarat masuk ke hutan, kita terus berjalan tanpa bawa peta dan kompas… ujung ujungnya kalau tidak nyasar atau parahnya masuk jurang.

Sekarang banyak kok software untuk mengolah data keuangan dengan mudah. Jadi tidak ada alasan lagi untuk menghindari untuk mengukur bisnis kita dengan laporan keuangan. Bagaimana kalau kita tidak bisa baca dan analisa laporan keuangan? Ya simple saja… mulai untuk belajar! Baca buku atau ikut workshop! DONE!

Semangat ya!

@WisnuDewobroto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *