26 Apr

Tetap Fokus pada Tujuan … “Keep up the good work guys!”

wisnu dewobroto duduk

Bagaimana Tetap Fokus pada Tujuan Anda ?

Tujuan besar apa yang Anda miliki saat ini? Mungkin Anda ingin mengurangi berat badan, menjadi prima, menulis buku, mendekorasi rumah, atau memulai bisnis. Mungkin Anda sedang mengatasi beberapa tujuan yang berbeda sekaligus ?

Seringkali, lebih mudah merasa termotivasi dan terinspirasi pada saat memulai suatu tujuan: seperti pada saat kita memulai diet pada hari Senin, atau memulai resolusi tahun pada tanggal 1 Januari, dan semuanya akan berjalan lancar dalam beberapa hari. Nah Sayangnya, antusiasme ini biasanya akan segera memudar dan akhirnya kita abaikan..

Beginilah caranya agar Anda bisa tetap berfokus pada tujuan Anda, apapun itu…

Langkah #1: Berfokus pada Tujuan yang Sedikit

Setiap tujuan akan membutuhkan upaya – dan mengatasi lebih dari dua atau tiga tujuan sekaligus biasanya di luar kemampuan kita. Namun pernahkan anda mencoba mencapai beberapa tujuan anda dalam semalam, saya pernah dan bisa!. Coba berfokus pada beberapa tujuan kecil yang akhirnya mengarah ke tujuan yang besar. Idealnya, Anda ingin memilih tujuan yang saling melengkapi satu sama lain. You know what!, ternyata terasa lebih puas menyelesaikan target – target tujuan kecil yang selesai dalam satu hari dibanding ingin mencapai tujuan besar yang tidak kunjung selesai.

Sebagai contoh, Anda ingin menurunkan berat badan, mungkin Anda bisa mempunyai tujuan kedua yaitu menjadi lebih prima – kedua tujuan ini dapat berjalan bersama-sama. Contoh lain jika anda ingin menjadi blogger sekaligus pengusaha sukses, kedua tujuan ini bisa sejalan dan saling mendukung. Salah satu teman saya Mas Rawi Wahyudiono telah melakukan ini, ingin tahu silahkan tengok blognya 

Langkah #2: Rencanakan “If you fail to plan, you plan to fail”

Salah satu alasan mengapa tujuan menjadi gagal adalah karena kita tidak bisa merencanakannya. Mudah menggunakan keadaan sebagai alasan untuk menyerah diet, atau mengabaikan bisnis sampingan karena kesibukan di pekerjaan utama.

Lihatlah buku harian / jadwal anda sebulan kedepan. Apakah Anda mempunyai jadwal yang kemungkinkan akan menyebabkan masalah terhadap salah satu tujuan Anda? Contohnya, jika Anda tahu Anda akan pergi selama akhir pekan, Anda mungkin bisa merencanakan melakukan pekerjaan pada bisnis Anda pada malam hari di hari kerja. Jika teman Anda akan mengadakan pesta ulang tahun besar-besaran, Anda mungkin akan lebih memilih dengan diet Anda pada hari-hari sebelum dan sesudah acara tersebut. Saya selalu melakukan itu dan menyenangkan, karena memang semua akan mungkin kalau kita melakukan perencanaan dan time management. Canggih ya!

Langkah #3: Tentukan dimana akan taruh patok anda (target target kecil).

Tujuan Anda mungkin masih jauh saat ini. Jika Anda bertujuan menurunkan berat badan sebanyak 50Kg, atau menerbitkan novel, atau membuka bisnis kecil, Anda mungkin akan membutuhkan waktu berbulan-bulan. Pada suatu waktu, Anda mungkin akan merasa perkembangannya sangat lambat.

Daripada berfokus hanya pada akhir tujuan, berikan target target kecil dan pasang patok sepanjang perjalanan Anda. Hal yang saya paling senang adalah MERAYAKAN kemenangan kecil ☺ . Sebagai contoh rayakan setiap kali berat badan Anda turun 5kg, atau setiap kali Anda menyelesaikan bab pada novel Anda. Berikan tenggat waktu kepada diri Anda untuk setiap patok yang anda taruh – dan jadilah ambisius, tetapi jangan sampai tidak realistis loh. Kalau saya selalu berencana untuk traveling bersama keluarga apabila saya sudah bisa mencapai target – target kecil saya.

Langkah #4: Bangun Kebiasaan yang Baik.

Kebanyakan dari apa yang kita lakukan dalam hidup adalah bersifat kebiasaan. Anda mungkin tidak perlu terus mengingatkan diri Anda untuk mandi atau menyikat gigi atau makan siang – itu hanyalah bagian normal dari hidup Anda sehari-hari. Ketika berbicara tentang tujuan Anda, mungkin akan menjadi perjuangan yang seketika untuk menemukan waktu atau energi bagi tujuan tersebut.

Dengan mengembangkan kebiasaan baik yang mendukung tujuan Anda, Anda akan merasa lebih mudah membuat kemajuan. Contohnya, jika Anda berjuang mencari waktu untuk berolahraga, cobalah untuk memasukkannya ke dalam hari Anda – mungkin dengan berjalan atau bersepeda ke tempat kerja, atau melakukan peregangan selama iklan TV di malam hari. Bagi saya tidak ada olahraga yang menyenangkan selain bermain dengan putri tercinta ..

Langkah #5: Catat Kemajuan Anda

Ketika Anda telah mengerjakan tujuan yang sama untuk waktu yang lama, mungkin akan terasa Anda tidak banyak membuat kemajuan. Jika Anda melihat kembali dimana Anda beberapa bulan yang lalu, mungkin Anda akan terkejut betapa Anda sudah menempuh perjalanan yang cukup panjang.

Mencatat kemajuan Anda berarti menulis jurnal, menulis daftar pencapaian kunci setiap bulannya, atau merekam data statistik tertentu (seperti berat badan atau persentase lemak di tubuh anda). Tidak peduli seberapa tepat Anda mencatat segala sesuatunya – yang penting adalah Anda punya cara yang mudah untuk melihat apa yang telah Anda capai. Hal ini akan memberikan kepuasan sekaligus motivasi untuk pencapaian target berikutnya.

Langkah #6: Cari Dukungan dan Dorongan

Lebih mudah tetap termotivasi ketika Anda dikelilingi oleh orang-orang yang positif dan supportif. Semoga, Anda mempunyai teman, keluarga, atau rekan kerja yang dapat mendorong Anda menuju tujuan Anda – tetapi mungkin saja orang-orang ini tidak memahami mengapa ini begitu penting bagi Anda.

Carilah kelompok yang memiliki tujuan yang sama dengan Anda: mungkin komunitas penulis, pertemuan dengan para profesional pekerja mandiri di bidang anda, klub diet, atau tempat olah raga setempat dll. Ini akan memberikan peluang kepada Anda untuk bertemu dengan orang yang berpikiran serupa yang dapat berbagi antusiasme, dan memberikan saran, dukungan dan dorongan kepada Anda.

Tujuan apa yang sedang anda kerjakan saat ini? Apakah anda sudah mencatatnya, atau anda sedang kesulitan? Sampaikan pada kolom komentar dibawah..

Sukses ya!
@WisnuDewobroto

3 thoughts on “Tetap Fokus pada Tujuan … “Keep up the good work guys!”

  1. I’ll reply in bahasa gapapa ya. great article sir! thank youu, jadi dapet masukan walaupun agak menampar yang poin ke dua. haha. if you fail to plan, you plan to fail. disiplin waktu dan disiplin diri sendiri itu emang susah banget ya sir. ditengah tengah plan suka banyak godaan, ujung ujungnya make keadaan buat jadi alesan, ngeluh, habis itu nyesel. Pas lagi mau nugas misalnya, ada yang ngajakin nonton misalnya. hehe. itu salah satu ajakan yang paling susah ditolak kalo aku. tapi aku suka bikin plan, kalo aku biasanya nyatet based on priority juga, biar lebih termotivasi, selanjutnya action deh. nah di action ini nih yang banyak godaannya :s

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *