16 Oct

The Real TDA (Tangan Diatas)? Are You…

Seminar Jambi

 tdaBanyak seminar diluar sana yang bertajuk sukses berbisnis dengan keuntungan fantastis, cara cepat kaya jadi pengusaha, sehingga seakan akan menjadi pengusaha adalah cara cepat untuk kaya dan sebagainya. Dari judul judul seminar tersebut, terlihat pengusaha itu kerjanya enak, trus dapet uang banyak, bisa jalan jalan ke luar negeri, punya rumah besar dan seterusnya. Saya sengaja bertanya di kelas saat di kampus, seminar ataupun workshop, “Apakah sebenarnya tujuan berbisnis!?” ternyata saya tidak salah, sebagian besar berorientasi pada materi.

Nah, ternyata hampir 90% pengusaha pemula mempunyai mindset yang salah dengan arti kata “Pengusaha”. Sesungguhnya menjadi kaya, memiliki kebebasan finansial dan waktu, hanya merupakan “dampak” dari bisnis yang dilakukan oleh seorang pengusaha. Lantas apa sebenarnya yang dilakukan seorang pengusaha? Jawabannya ya tidak jauh dari TDA (Tangan DiAtas), berbagi, atau kata yang sering saya gunakan adalah “Focus on Giving”… iya benar.. giving!

Yuk kita lihat lagi, makna TDA bukan hanya sekedar tangan diatas, tidak menjadi orang gajian, bersedekah, memberi uluran tangan dan lain lain. Lebih dari itu, dari sisi bisnis sebenarnya makna TDA juga sangat dalam yaitu “pemberi manfaat”…. ya memberi manfaat bagi customer yang membeli produk (barang atau jasa) dari seorang pengusaha. Jika dilihat, semua bisnis adalah proses pemberian manfaat bagi customer, dengan kata lain seorang pengusaha memberikan solusi atas permasalahan yang dialami sebagian masyarakat yang bisa disebut sebagai customer.

Sekarang, lihat sekeliling kita, semua bisnis, semua usaha, semua produk yang kita gunakan merupakan solusi dari permasalahan yang ada. Sebagai contoh, Google… pada saat jaman tahun 70 atau 80an, tanyakan kepada orang tua kita, apa yang mereka lakukan kalau mereka ingin mencari informasi. Pergi ke perpustakaan, mencari artikel di koran, pegi ke toko buku dan lain lain, belum lagi kalau informasinya tidak tersedia di buku atau buku yang kita mau pinjam tidak ada di perpustakaan. Butuh berapa lama kita mencari informasi yang kita mau, 2…., 3…. 5 hari? Bisa lebih!. Saat ini dengan Google, informasi dapat mudah diakses dalam hitungan detik. Solusi dan Magic bukan?. Kemudian, sepatu yang kita pakai, sebuah solusi agar kaki kita tidak sakit saat berlari atau berjalan. Produk AC yang kita sering nyalakan dimalam hari, solusi agar kita tidak kepanasan saat kita tidur. Produk gula rendah kalori, solusi bagi orang orang yang mempunyai permasalahan dengan “gula”. Sebagai seorang pengusaha, produknya memberikan solusi bukan?

Dan lihat fenomenanya, semakin produk / jasa itu bermanfaat bagi masyarakat (customer), maka semakin besar juga reward yang kita dapat sebagai pengusaha!. Kalau anda sebagai pengusaha belum mendapatkan reward yang sebanding, mungkin saatnya anda fokus pada apa yang dibutuhkan customer anda dan bentuk lagi value dari bisnis anda.

Yuk kita merubah orientasi mindset kita dalam berbisnis kita agar lebih berkah dan lebih sukses. Focus on Giving!, fokus pada kebutuhan customer kita, pecahkan permasalahan mereka, jadikan produk kita solusi dan pastinya bermanfaat bagi customer. Kalau customer puas dan merasakan manfaatnya, maka tunggu saja tidak lama dari moment itu, anda akan menjadi seorang pengusaha yang sukses ses ses!. Amin.

From now… forget about making money, care about customer’s problem, be focus on solving their problem by giving the product that your customer want! Be the Real TDA and succes! – @WisnuDewobroto (Educator and Entrepreneur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *