15 Nov

Waspada selalu terhadap bagasi cabin.. (kronologis cerita kehilangan Blackberry dan iPhone)

Lokasi iPhone Wisnu

Saya, Wisnu Sakti Dewobroto adalah penumpang Lion JT 0538 yang berangkat dari Jakarta menuju Solo pada tanggal 14 November 2012. Setelah melakukan cek in dan mendapatkan nomor tempat duduk 39F, saya menuju pintu A7 untuk menunggu waktu boarding. Saya hanya membawa koper kecil yang memang berisi Macbook pakaian dan perlengkapan elektronik untuk mendukung pekerjaan saya.

Tidak lama menunggu, waktu boarding tiba dan saya mengantri bersama penumpang lain. Karena hari itu adalah hari terakhir long weekend, maka penumpang memang sangat penuh dan saya mendapatkan kursi paling belakang 39F.

Setibanya di pintu pesawat, saya melihat memang bagasi cabin pesawat bagian kursi belakang terlihat penuh. Dengan kondisi penumpang yang masih banyak mengantri di belakang saya. Secara cepat pramugara meminta saya untuk menaruh koper kecil saya di dalam bagasi pesawat. Perasaan saya memang sedikit bingung karena memang masih dalam antrian orang orang yang ‘gelisah’. Secara cepat saya memutuskan meng’iya’kan permintaan pramugara tersebut karena sudah tidak mau pusing lagi dengan antrian berdesak desakan.

Secara cepat dan dalam kondisi antrian saya membongkar koper saya dan membawa barang – barang yang saya anggap berharga. Tidak mudah membongkar koper dalam keadaan tersebut. Macbook, PIN bank, Dompet, berkas disertasi S3 satu persatu saya ambil dan pastinya agak sulit dibawa karena saya tidak membawa tas lagi. 3 Menit setelah saya berikan tas ke pramugara, saya diberikan tanda bukti untuk mengambil tas di conveyor tempat tujuan (Solo). Ada perasaan yang mengganjal sebelum keberangkatan, “Wah!, Blackberry dan iPhone saya masih tertinggal di koper!”, pesawat sudah siap berangkat dan saya tidak sempat mengambilnya saat itu. Saya berdoa sepanjang penerbangan sembari menenangkan diri saya sendiri agar tidak terjadi apa apa terhadap koper saya.

Setibanya di Bandara, tiba saatnya mengantri untuk mengambil koper saya di conveyor bandara. Saya agak sedikit cemas, kenapa koper saya kok lama sekali tidak keluar. Ternyata benar, koper saya yang terakhir keluar. Langsung saja saya ambil dan saya periksa, dan ternyata Blackberry dan iPhone saya LENYAP! Saya “blank” untuk beberapa saat, sebelum saya melaporkan hal tersebut kepada kepala security dengan kondisi panik.

Saya tergolong orang yang sangat pesimis dengan proses pelayanan di Indonesia, apalagi dalam hal menangani masalah kehilangan, tapi hal tersebut tetap saya lakukan. Saya akhirnya melaporkan kejadian tersebut dan masih bertanya tanya dimana letak kedua gadget saya dan siapa yang mengambilnya. Beberapa kemungkinan bisa terjadi. Bisa jadi pramugaranya?, bisa jadi orang yang memasukan kedalam bagasi pesawat di Jakarta? Atau bisa jadi orang yang bertugas mengambil koper di bandara Solo Adisumarmo.

Lemas rasanya dalam perjalanan dari airport menuju rumah orang tua di Solo. Dalam perjalanan saya membuka macbook yang berhasil saya selamatkan dan langsung mengakses twitter dan facebook untuk memberitahukan status kehilangan kedua gadget saya yang takut disalahgunakan oleh orang lain untuk tujuan penipuan. Namun, iPhone adalah salah satu jenis gadget yang canggih, masih ada cara untuk menemukan dan menyelamatkan data – data saya di dalam handphone tersebut. Agak sedikit lega karena saya sudah menginstal “find my iphone”!

Beberapa jam berlalu, saya memberikan sambutan untuk acara wayangan 1 Muharam, beramah tamah dengan para direksi dan karyawan perusahaan yang saya pimpin dan lain lain. Saya memutuskan untuk pulang kerumah agak sedikit cepat karena memang kondisi kehilangan ini yang memuat mood saya jatuh.

Dalam perjalanan saya kembali mengecek kembali posisi Iphone saya melalui macbook. Seketika ada pemberitahuan lewat email kalau posisi iPhone saya ditemukan keberadaannya! Di Jakarta atau di Solo? Pertanyaan it uterus yang menghantui pikiran saya. Ternyata, lokasinya dideteksi disebuah perumahan dekat bandara Adisumarmo. Hati kecil saya berkata, Tidak salah lagi! Jelas jelas adalah oknum di bandara Adisumarmo lah yang melakukannya!. Hipotesa saya pencurinya bertempat tinggal di sekitar bandara, bisa jadi rumah, rumah sewa atau kost – kost yang untuk pegawai Bandara.

Setelah 5 menit lokasi itu dideteksi, ternyata si ‘maling’ mematikan iPhone saya karena mungkin panik dan bingung melihat iPhone yang terus membunyikan suara alarm dan pesan singkat dari saya untuk segera mengembalikan blackberry dan iPhone saya.

Sampai surat ini ditulis, ‘maling’ tersebut tidak menyalakan kedua gadget saya yang diambilnya. Berbagai pikiran bermunculan di otak saya, apakah sudah dibuang karena panik takut ketahuan? Apakah masih disimpan? Apakah sudah dijual? Perasaan cemas dan bingung bercampur aduk.

Yang saya bisa perbuat mungkin hanya pasrah menyerahkan semuanya ke Allah SWT sembari berjanji untuk lebih berhati hati dilain waktu. Semua peristiwa ini saya tulis supaya tidak terjadi kembali kepada teman teman yang lain. Kehilangan handphone/gadget pastinya tidak terlalu berharga, namun data datanya yang berharga, terutama foto foto saya bersama anak dan istri saya yang sangat berharga! Video video mengenai keceriaan anak saya yang sangat lucu itu yang membuat rasa sesal. Sebagian memang sudah di backup namun sebagian lain masih tersimpan dalam memory gadget tersebut.

Dari kejadian ini, saya menghimbau agar pimpinan bandara meninjau kembali keamanan khususnya pada area penanganan bagasi pesawat. Apakah perlu ditingkatkan kembali keamanannya? Sistemnya? Atau bagaimana baiknya, saya serahkan sepenuhnya di pihak Bandara. Tapi pastinya, ada oknum yang berkeliaran secara sengaja ‘menggerayani’ isi koper para penumpang pesawat dan dikesempatan tertentu mencuri barang – barang yang berharga.

Insya Allah pasti ada hikmah dibalik ini semua. Semoga kita semua senantiasa untuk lebih berhati hati dan tidak menganggap sepele pada hal hal detail.

Salam,
@WisnuDewobroto

12 thoughts on “Waspada selalu terhadap bagasi cabin.. (kronologis cerita kehilangan Blackberry dan iPhone)

  1. Turut berduka ya mas Wisnu, Tuhan pasti akan mengembalikan hak sampeyan mas. Yang sabar ya.

    Terus udah menuntut ke pihak bandara mas? Tapi emang ya mereka punya senjata ampuh sih “Barang berharga gak boleh dibagasikan. Pihak terkait tidak bertanggung jawab” tapi kan bukan berarti mereka akan seenaknya ngambil barak milik orang lain kan.

    Sudah banyak banget kasus begini, dan tak kunjung membaik.

    Indonesia oh Indonesia…

  2. Matursuwun mas :).. Insya Allah pasti mas.. Gusti Allah mboten sare :)

    Sekarang saya hanya melaporkan saja ke bandara supaya mereka juga tau bahwa ada anak buahnya yang bertindak tidak etis di Bandara.. :)..

    Saya hanya bisa mengiklaskan saja mas ..

    Salam
    @WisnuDewobroto

  3. turut berduka cita bang… saya juga ke solo nih..baru sampai tadi pagi jam stgh 5 subuh di jakarta. berangkat dari jakarta, selasa , 13 november. Menggunakan kereta api argo dwi pangga. niate ni pun nyekar ning pasarean para leluhur :) ..Waktu itu mau menggunakan pesawat, cuma tidak dapat T_T.. akhirnya menggunakan kereta, meskipun lama, “akan tetapi” kelebihannya barang bawaan kita , lebih “bisa di pantau”, meskipun kita harus hati2 juga dengan orang2 sekitar kita, terutama orang yang duduk si sebelah anda.Kebetulan saya berdua sama ibu (Usahakan naik kereta bersama keluarga / orang yang dapat dipercaya. untuk mengantisipasi pencurian.., tidurnya menggunakan shift :D) Tapi yang namanya musibah , memang tidak dapat di prediksi. Semua terjadi atas kehendak-Nya. Dan semua akan mendapat balasan -Nya.

  4. Turut beduka yah Pak Wisnu atas kehilangannya.. Tabah Yah Pak.. Saya yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk Bapak.. AMIN..

    Anyway, boleh saya minta no hp yang bisa dihubungi, pak? Saya mau berbicara sedikit pak. :-)

  5. turut sedih mas Wisnu… semoga dapat gantinya lebih ok semua.

    btw ini sudah sering terjadi, banyak yg ngadu ke surat pembaca surat kabar, habis ngadu ke maskapai / pengelola bandara bak menggarami laut, ga ada efeknya ya, he he

    bagaimana ini BUMN pengelola bandara ya… masa ga bs bikin sistem pengawasan yang secure, sudah th 2012., jangankan di bagasi, HP lewat X ray saja pas keluar bisa hilang, sim salabim…

    info pin bb yg baru nanti ya pak Wisnu

  6. hehe Siap mas Muslih!… Insya Allah mas semuanya pasti ada hikmahnya. btw, saya akan kabari PIN yang baru ke mas Muslih pastinya!.. Salam untuk keluarga mas Muslih!.. Sukses selalu!

  7. I’m sorry to hear that, Sir :(
    I have experienced it also some months ago. I flied with the same airline that you used, from Jambi to Jakarta. I brought one luggage at that time. Saya masukkan ke bagasi pesawat. Saya lupa utk menggembok laci paling depan dari koper saya. Pas sampai di rumah, isi dalam laci paling depan itu sudah berantakan. Kotak HP yg baru saya beli sudah terbuka dan isinya berceceran. Untungnya, HP saya tdk saya taruh disana. Tapi saya tetap merasa kecewa karena kondisi isi koper saya tdk rapi seperti semula. Just wanna share my experience :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *